About BSMRC

 

BSMRC (Bilson Simamora Marketing and Research Center) dimaksudkan sebagai blog terbuka. Siapa saja bisa membaca, men-download, dan membagikan materi di dalamnya untuk tujuan nirlaba dengan menyebutkan sumbernya. Beberapa buku dan tulisan saya yang pernah diterbitkan  (lihat daftarnya di sini), diperbaharui dan dipublikasikan online melalui situs ini. Untuk materi yang berisikan proses ‘know-how‘ disertakan link data dan video (sedang dibangun secara bertahap), sehingga selain membaca materi, pengunjung situs  bisa memraktekkan proses dimaksud.  Anda bisa menghubungi saya di sini atau melalui bilson.simamora@kwikkiangie.ac.id. Salam. Dr. Bilson Simamora.

Brand Positioning

Bilson Simamora, 16 April 2018

Menurut Kotler dan Keller (2016), positioning adalah tindakan untuk mendesain tawaran dan citra perusahaan agar menempati tempat berbeda  dalam benak konsumen (the act of designing company offering and image to occupy distinctive place in consumer mind).  Manusia memiliki need to know.  Dalam Gestalt Psychology, sebuah cabang psikologi yang mempelajari bagaimana otak bekerja, diyakini …. read more

Menulis Naskah Berbahasa Inggris dengan TOEFL 400: Mungkinkah?

Semua mahasiswa umumnya dihadapkan pada tugas membuat naskah berbahasa Inggris, minimal berupa abstrak skripsi. Mahasiswa S2 dan S3 saat ini tidak sekedar menulis abstrak in English, tetapi sudah diwajibkan untuk mempublikasikan tesis atau disertai ke jurnal internasional. Dengan kemampuan bahasa Inggris ala kadarnya, admin sudah menulis artikel berbahasa Inggris sejak 2015, namun baru on the track tahun 2019 sejak bertemu dengan software gratis bernama Google Translate, Grammarly, proofreader dan paraphrase online. Hasilnya, tahun 2020 terbit satu artikel internasional. Lalu, pada 2021 terbit lagi empat artikel internasional (DOAJ, Copernicus), dua Sinta 2, dan tiga Scopus. Bagaimana caranya? Admin akan membagikan tips melalui video di halaman ini (in progress).

All about Tagline

Tagline atau slogan atau brand mantra adalah kalimat pendek yang terdiri dari beberapa kata yang menjelaskan posisi suatu merek atau misi suatu perusahaan. Bagi merek korporasi, tagline dimaksudkan untuk menciptakan atau mempertahankan  brand image.  Sedangkan untuk merek individu, tagline diperlukan untuk menciptakan atau menegaskan brand position.  Sebagai contoh, slogan Daihatsu di Indonesia adalah “Daihatsu Sahabatku” (Gambar 1). Slogan ini dimaksudkan untuk mencipatakan atau mempertahankan image Daihatsu sebagai sahabat. Merek individunya Terios memiliki slogan: DNA (Daily New Adventure) …  read more

Dunia Ciptaan Budaya

Apa sih panas dalam itu? Menurut Nadesul (n.d) (link-nya di sini), dalam dunia medis,  tidak ada penyakit ‘panas dalam’. Lebih tepatnya, menurut Iswandiary (2017) (link-nya di sini), panas dalam bukan penyakit tetapi hanya gejala suatu penyakit.  Lalu, kenapa konsep penyakit panas dalam begitu dikenal masyarakat dan kenapa banyak perusahaan mengiklankan produknya sebagai anti panas dalam, termasuk perusahaan bereputasi global semacam Unilever (iklannya di sini)?  Apakah masyarakat dan perusahaan-perusahaan yang menggunakannya dalam iklan begitu bodoh sampai tidak tahu bahwa penyakit ‘panas dalam’ tidak ada dalam dunia medis? Tunggu dulu.

Sebenarnya fenomena ini hanya konfirmasi dari konsep McCracken (1986) tentang dunia yang diciptakan budaya (culturally constituted world atau CCW).  Menurut konsep ini, dunia yang kita sehari-hari adalah dunia yang diciptakan budaya. Dalam dunia demikian, fenomena ada karena budaya menyatakannya ada, sebaliknya menjadi tidak ada kalau budaya tidak mengenalnya.  Panas dalam yang tidak ada dalam dunia medis menjadi ada karena budaya menyatakannya ada.  Demikian pula dengan konsep-konsep lain, seperti masuk angin, angin duduk, naga, monster lochness, bigfoot, Yeti dan lain-lain. Sebaliknya, sebuah fenomena yang benar-benar ada dianggap tidak ada kalau budaya tidak mengenalnya.

Kita menilai segala sesuatu berdasarkan keyakinan, standar, aturan dan argumen yang terdapat dalam CCW. Untuk menyederhanakannya, McCracken (1986) menyatakan bahwa bahwa segala makna (meaning) tersimpan dalam CCW.  Ruang penyimpanannya adalah memori publik (Zaltman dan Zaltman, 2008).  Jadi, segala konsep, ukuran, kategori dan kriteria tentang segala sesuatu berasal dari dunia budaya.  Apa yang dinamakan cantik, tampan, sukses, gagal, membanggakan, dan ribuan bahkan jutaan konsep lain, berasal dari CCW. Tidak heran apabila suatu konsep bisa berbeda … read more

Error, Validitas dan Reliabilitas

Apakah pengukuran yang kita gunakan akurat? Ini pertanyaan sederhana tetapi sangat penting di dalam sebuah riset. Seperti dijelaskan di sini, pengukuran adalah penggambaran karakteristik suatu objek yang dijadikan sebagai variabel penelitian menggunakan satuan kuantitatif atau kualitatif yang sah (diakui).

Bagaimana mengetahui apakah pengukuran akurat atau tidak? Pertama-tama kita pahami dulu konsep kesalahan atau error dalam pengukuran. Kita mulai dari contoh. Berapa tinggi badan Bilson Simamora? Dengan alat ukur jengkal orang dewasa dihasilkan data: 9 jengkal. Dengan meteran medis yang biasa dipakai di rumah sakit, dihasilkan data: 164.50 cm.  Di antara kedua angka tersebut, mana yang lebih dipercaya? Pertanyaan ini dilanjutkan dengan pertanyaan: mana di antara alat ukur tersebut yang lebih teliti atau lebih kecil tingkat kesalahannya?

Jelas alat ukur jengkal tidak teliti. Ini alasannya.  Jengkal orang dewasa adalah satuan yang menunjukkan jarak terjauh antara ujung jari tengah dan jempol apabila direntangkan. Hasil yang didapatkan dari alat ukur ini berpotensi berbeda-beda apabila dilakukan pengukuran berkali-kali akibat alasan-alasan berikut. Pertama, panjang jari orang dewasa berbeda-beda. Keluwesan jari untuk direntangkan berberda-beda. Oleh karena itu, data yang dihasilkan oleh alat ukur jengkal berbeda-berbeda dari satu pengukuran ke pengukuran lain. Dengan kata lain alat ukur jengkal tidak reliabel. Lain halnya dengan meteran medis. Alat ukur ini mampu mengukur … read more

Lebih Jauh tentang Sasaran (Objectives)

Alkisah, salah satu perang terkenal pada perang dunia kedua adalah perang Afrika Utara, yang disebut Africa Campaign. Perang itu dimulai dengan inisiatif Italia menyerang kota Alexandria di Mesir. Niatnya adalah mengusir Inggris dari Mesir. Serangan itu dapat dipukul mundur dan Italia terdesak sampai ke Libya. Untung bagi Italia, Hitler  mengirimkan bala bantuan lengkap dengan  jenderal terbaik Nazi Jerman: Erwin Rommel. Gabungan Italia dan Jerman berhasil melakukan serangan balik. Sekutu terbirit-birit sampai El Alamein, yang jaraknya hanya ”sepelemparan” batu dari Kairo. Di kota kecil ini Inggris dan sekutunya, yang dikomandoi Jenderal Auchinleck, bermaksud menahan gerak maju tentara gabungan Italia dan Jerman. El alamein adalah celah gurun sempit. Di utara terdapat laut Mediterania dan di selatan adalah cekungan Qattara. Celah itu dianggap ideal sebagai lokasi bertahan. Bagi Rommel, Inggris dan sekutunya harus segera dikalahkan, sebelum pihak lawan memperoleh bala bantuan ….. read more

Dari Latar Belakang ke Masalah Penelitian

Seperti telah disampaikan di sini,  latar belakang adalah uraian yang memperjelas masalah penelitian. Maksudnya, latar belakang masalah disusun untuk menyatakan adanya masalah yang perlu diteliti, yang disebut masalah pokok, masalah utama (main problem) atau masalah penelitian (research problem) saja.  Ketiganya istilah ini memiliki arti yang sama, namun ada tradisi di berbagai perguruan tinggi untuk menggunakan istilah tertentu saja. Tetapi, ada juga perguruan tinggi yang membebaskan mahasiswa menggunakan istilah mana saja.  Dalam tulisan ini digunakan istilah ‘masalah pokok penelitian’. Masalah pokok penelitian menjadi dasar untuk menurunkan atau menjabarkan pertanyaan-pertanyaan penelitian (research questions).  Dalam penulisannya, masalah pokok penelitian dibuat setelah latar belakang penelitian dalam sebuah sub-bab khusus.  Kemampuan menulis peneliti perpengaruh dalam perumusan ini. Adakalanya diperlukan riset pendahuluan untuk memperjelas masalah pokok penelitian …. read more