The Quest for Student Decision Quality in Choosing University: Conceptualization and Validation

The quest for good decision concept has attracted many researchers since long ago. There are two approaches to judge decision quality, i.e. process and outcomes approaches.  In process approach, the measurement of decision quality is based on how the decision making process is managed. This view holds that the right decision has the highest chance to accomplish decision makers’ goals. In outcomes approach, the quality of a decision is determined by how satisfied is the decision makers about their decision. The problems, some decisions are often made under uncertainty, decision outcomes often be occurred in the long run, and decision outcomes are determined mostly by customer participation in the value creation process. With those situations decision satisfaction has less power to describe decision satisfaction positioned as indicator of decision outcomes. To overcome this problem, this study offers passionate self-efficacy as indicator of decision quality. The result are passionate self-efficacy is more powerful and has better goodness-of-fit than decision satisfaction to predict decision quality. Other researchers are encouraged to make more studies about passionate self-efficacy…. more

All about Tagline

Tagline atau slogan atau brand mantra adalah kalimat pendek yang terdiri dari beberapa kata yang menjelaskan posisi suatu merek atau misi suatu perusahaan. Bagi merek korporasi, tagline dimaksudkan untuk menciptakan atau mempertahankan  brand image.  Sedangkan untuk merek individu, tagline diperlukan untuk menciptakan atau menegaskan brand position.  Sebagai contoh, slogan Daihatsu di Indonesia adalah “Daihatsu Sahabatku” (Gambar 1). Slogan ini dimaksudkan untuk mencipatakan atau mempertahankan image Daihatsu sebagai sahabat. Merek individunya Terios memiliki slogan: DNA (Daily New Adventure) …  read more

Dunia Ciptaan Budaya

Apa sih panas dalam itu? Menurut Nadesul (n.d) (link-nya di sini), dalam dunia medis,  tidak ada penyakit ‘panas dalam’. Lebih tepatnya, menurut Iswandiary (2017) (link-nya di sini), panas dalam bukan penyakit tetapi gejala suatu penyakit.  Lalu, kenapa banyak perusahaan mengiklankan produknya sebagai anti panas dalam, termasuk perusahaan bereputasi semacam global Unilever (iklannya di sini)?  Apakah perusahaan itu begitu bodoh sampai tidak tahu bahwa penyakit ‘panas dalam’ tidak ada dalam dunia medis? Tunggu dulu.

Sebenarnya fenomena ini hanya penegasan dari konsep McCracken (1986) tentang dunia yang diciptakan budaya (culturally constituted world atau CCW).  Menurutnya, dunia yang kita sehari-hari adalah dunia yang diciptakan budaya. Dalam dunia demikian, fenomena ada karena budaya menyatakannya ada, sebaliknya menjadi tidak ada kalau budaya tidak mengenalnya.  Panas dalam yang tidak ada dalam dunia medis menjadi ada karena budaya menyatakannya ada.  Demikian pula dengan konsep-konsep lain, seperti masuk angin, angin duduk, naga, monster lochness, bigfoot, Yeti dan lain-lain. Sebaliknya, suatu fenomena yang benar-benar ada dianggap tidak ada kalau budaya tidak mengenalnya.

Panas dalam yang tidak ada dalam dunia medis menjadi ada karena budaya menyatakannya ada.  Demikian pula dengan konsep-konsep lain, seperti masuk angin, angin duduk, naga, monster lochness, bigfoot, Yeti dan lain-lain. Sebaliknya, suatu fenomena yang benar-benar ada dianggap tidak ada kalau budaya tidak mengenalnya.

Kita menilai segala sesuatu berdasarkan keyakinan, standar, aturan dan argumen yang terdapat dalam CCW. Untuk menyederhanakannya, McCracken (1986) menyatakan bahwa bahwa segala makna (meaning) tersimpan dalam CCW.  Ruang penyimpanannya adalah memori publik (Zaltman dan Zaltman, 2008).  Jadi, segala konsep, ukuran, kategori dan kriteria tentang segala sesuatu berasal dari dunia budaya.  Apa yang dinamakan cantik, tampan, sukses, gagal, membanggakan, dan ribuan bahkan jutaan konsep lain, berasal dari CCW. Tidak heran apabila suatu konsep bisa berbeda … read more

Tentang Saya

Beberapa buku dan tulisan saya yang pernah diterbitkan  (lihat daftarnya di sini), diperbaharui dan dipublikasikan online melalui situs ini. Untuk materi yang berisikan proses ‘know-how‘ disertakan link data dan video (sedang dibangun secara bertahap), sehingga selain membaca materi, pengunjung situs  bisa memraktekkan proses dimaksud.  Anda bisa menghubungi saya di sini atau melalui bilson.simamora@kwikkiangie.ac.id. Salam. Dr. Bilson Simamora.

The Best Way to Predict The Future is To Create IT

Peter Drucker on Management

Menulis Latar Belakang Riset Akademik

Setiap penelitian akademis dimulai dari latar belakang masalah. Banyak penelitian selama ini belum didasarkan pada latarbelakang yang baik. Sebenarnya apakah latar belakang penelitian itu dan bagaimana menuliskannya? Berikut ini diberikan penjelasannya. Latar belakang tesis berisikan alasan kenapa (why) penelitian dilakukan.  Alasan tersebut bisa berupa  keadaan belum tahu dan keraguan yang menimbulkan keingintahuan (curiosity), perbedaan antara keadaan yang diharapkan dan kenyataan, dan kekurangan penelitian dan teori saat ini.  Di bawah diberikan beberapa contoh. Harap diingat bahwa contoh-contoh latarbelakang masalah yang disajikan adalah dalam versi sangat ringkas.   Fenomena bukanlah masalah penelitian, akan tetapi gejala (symptoms) atau kenyataan yang mengindikasikan adanya masalah yang perlu diteliti.  Jadi, penjualan yang rendah, banyaknya konsumen yang tidak puas, masa pakai produk yang singkat dan lain-lain, adalah fenomena, bukan masalah penelitian. Sama seperti dalam ilmu kedokteran, panas yang naik-turun, timbulnya bintik-bintik merah pada kulit, hemoglobin yang turun drastis, bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit demam berdarah … read more

Lebih Jauh tentang Sasaran (Objectives)

Alkisah, salah satu perang terkenal pada perang dunia kedua adalah perang Afrika Utara, yang disebut Africa Campaign. Perang itu dimulai dengan inisiatif Italia menyerang kota Alexandria di Mesir. Niatnya adalah mengusir Inggris dari Mesir. Serangan itu dapat dipukul mundur dan Italia terdesak sampai ke Libya. Untung bagi Italia, Hitler  mengirimkan bala bantuan lengkap dengan  jenderal terbaik Nazi Jerman: Erwin Rommel. Gabungan Italia dan Jerman berhasil melakukan serangan balik. Sekutu terbirit-birit sampai El Alamein, yang jaraknya hanya ”sepelemparan” batu dari Kairo. Di kota kecil ini Inggris dan sekutunya, yang dikomandoi Jenderal Auchinleck, bermaksud menahan gerak maju tentara gabungan Italia dan Jerman. El alamein adalah celah gurun sempit. Di utara terdapat laut Mediterania dan di selatan adalah cekungan Qattara. Celah itu dianggap ideal sebagai lokasi bertahan. Bagi Rommel, Inggris dan sekutunya harus segera dikalahkan, sebelum pihak lawan memperoleh bala bantuan ….. read more

Dari Latar Belakang ke Masalah Penelitian

Seperti telah disampaikan di sini,  latar belakang adalah uraian yang memperjelas masalah penelitian. Maksudnya, latar belakang masalah disusun untuk menyatakan adanya masalah yang perlu diteliti, yang disebut masalah pokok, masalah utama (main problem) atau masalah penelitian (research problem) saja.  Ketiganya istilah ini memiliki arti yang sama, namun ada tradisi di berbagai perguruan tinggi untuk menggunakan istilah tertentu saja. Tetapi, ada juga perguruan tinggi yang membebaskan mahasiswa menggunakan istilah mana saja.  Dalam tulisan ini digunakan istilah ‘masalah pokok penelitian’. Masalah pokok penelitian menjadi dasar untuk menurunkan atau menjabarkan pertanyaan-pertanyaan penelitian (research questions).  Dalam penulisannya, masalah pokok penelitian dibuat setelah latar belakang penelitian dalam sebuah sub-bab khusus.  Kemampuan menulis peneliti perpengaruh dalam perumusan ini. Adakalanya diperlukan riset pendahuluan untuk memperjelas masalah pokok penelitian …. read more

Brand Positioning

Bilson Simamora, 16 April 2018

Menurut Kotler dan Keller (2016), positioning adalah tindakan untuk mendesain tawaran dan citra perusahaan agar menempati tempat berbeda  dalam benak konsumen (the act of designing company offering and image to occupy distinctive place in consumer mind).  Manusia memiliki need to know.  Dalam Gestalt Psychology, sebuah cabang psikologi yang mempelajari cara otak bekerja, diyakini bahwa manusia selalu berusaha berusaha melakukan pengelompokan terhadap stimuli yang diterimanya (Schifman dan Kanuk, 2007).  Tujuannya semata-mata untuk memudahkan interpretasi, sehinggam dapat memberikan gambaran tentang stimuli.

Dalam pengelompokan tersebut, memori bekerja seperti hard-disk komputer yang berisikan berbagai folder. Setiap folder dapat dianggap sebagai satu kategori dan setiap kategori berisikan satu merek. Sebagai contoh, kategori ‘minuman isotonik pengganti ion tubuh’ adalah satu folder tentang minuman dalam benak konsumen dan isinya adalah Pocari Sweat. Saat  Fatigon Hydroplus yang manfaatnya sama muncul, ia harus menciptakan ‘folder’ yang baru, yaitu ‘minuman isotonik pengganti ion tubuh alami’.  Folder tersebutlah yang disebut ‘position’. Uniknya …. read more

Consumer Motivation

There are various understandings of motivation. Several researchers proposed the situation in which motivation works instead of the definition of motivation itself.  For example, Maslow (1943) stated that motivation is a result of willingness to fulfill needs. He suggested that there are five levels of human needs, they are (from bottom to top): physiological, security, social, self-esteem and self-actualization needs. If certain need is not fulfilled yet, people will motivate to fulfill it but lower level needs should have been fulfilled. For Schifman and Kanuk (2012), motivation is driving force that impels a subject to an action. Graham and Weiner (1996: 63) in Berliner and Calfee (1996) defined motivation as “the study of why people think and behave as they do”.  They said that at the beginning, researchers tried to develop general theory of motivation. In its development, the theories of motivation didn’t move to  more unified but ….  read more