Tipe-tipe Kepercayaan

Sangat sulit menyusun tipologi kepercayaan karena konsep ini dikembangkan pada berbagai bidang kajian. Setiap usulan tentang tipe-tipe kepercayaan akan memancing perdebatan. Pada umumnya, para ahli (antara lain: Carr, 2014.; Hancock et al., 2023; Knight & Chervany, 1996) menerima bahwa kepercayaan melibatkan tiga komponen dasar, yaitu S (pemercaya atau trustor), T (yang dipercaya atau trustee), dan X (tindakan atau tanggung jawab yang dipercayakan). Hubungan antara ketiganya dapat dituliskan: S percaya T untuk melakukan X. Misalnya, dalam proyek konstruksi, pemberi kontrak (S) percaya pada kontraktor (T) untuk membangun gedung sesuai kesepakatan (X). Apakah T akan melakukan X? Belum tentu. T bisa mengingkari janji. Pengingkaran janji itulah yang disebut resiko. Makanya, dalam hubungan percaya (trust relationship), di mana S percaya pada T untuk melakukan X, S dalam posisi beresiko (vurnerable) bahwa T tidak melakukan X.

Selain S dan T, ada kemungkinan keterlibatan agen lain (kita simbolkan U) dalam hubungan kepercayaan (trust relationship). Mekanisme hubungan percaya adalah: S percaya T, T percaya U, T mengajak S agar percaya pada U, S bisa percaya atau tidak percaya pada U. Misalnya, S adalah penggemar girlband Blackpink, T adalah Blackpink dan U adalah pemutih kulit Scarlett Whitening. Penggemar (S) percaya pada Blackpink (T), Blackpink (T) percaya pada Scarlett Whitening (U). Blackpink (T) mengajak penggemar (S) percaya pada Scarlett Whitening. Hasilnya,  menurut dengan teori reference group (klik link ini), penggemar (S) kemungkinan besar percaya pada Scarlett Whitening (U), walaupun kemungkinan tidak percaya juga ada.

Carr (2014) meninjau dinamika kepercayaan berdasarkan: (1) hubungan percaya (trust relation) antara S dan T, (2) nilai relasi antara S dan X, dan (3) nilai eksekuasi antara T dan X. Perlu diingat bahwa S percaya T adalah perspektif masa kini (present) atau sudah terjadi, sedangkan X adalah perspektif masa mendatang (future) atau sesuatu yang akan terjadi.

Kepercayaan Umum dan Spesifik

Kepercayaan bisa didasarkan pandangan umum atau tanpa atribut spesifik trustee. Kepercayaan demikian dinamakan kepercayaan umum (general trust) (Knight & Chervany, 1996; Mayer et al., 1995; Yamagishi et al., 2015).  Faulkner (2015) menggambarkan general trust dalam kalimat: S percaya T. Misalnya, saya (suami) percaya pada istri saya.

Kepercayaan dalam kalimat ‘S percaya T’ tidak didasarkan pada atribut spesifik. Kalau tidak didasarkan pada atribut spesifik, kepercayaan S terhadap T, didasarkan pada apa? Jawabnya terletak pada karakter Trustor dan Truster atau keduanya. Karakter Trustor menyangkut kecenderungan untuk percaya (propensity to trust) (misalnya: S adalah orang yang mudah percaya), sedangkan karakter Trustee berkaitan dengan tingkat dapat dipercaya (trustworthiness) (misalnya, T adalah orang yang dapat dipercaya) (Faulkner, 2015; Isaeva et al., 2020). Sebagai ilustrasi, saat Samuel berkata: “Saya percaya bang Febri karena dia orang baik” adalah kepercayaan umum. Predikat Febri sebagai orang baik adalah cerminan trustworthiness. Jadi, dalam konteks hubungan interpersonal, pada saat S berkata: “Saya percaya T” karena T dapat dipercaya, kepercayaan itu menggambarkan sikap dasar S terhadap T atau “fundamental attitude of one person towards others” (Hertzberg, 1988).

Dalam kalimat ‘S percaya T untuk melakukan X’ didasarkan pada keyakinan bahwa T mampu melakukan X.  Kepercayaan demikian didasarkan pada atribut spesifik dan dinamakan kepercayaan spesifik. Seseorang juga bisa juga melakukan generalisasi, di mana kepercayaan pada satu atau beberapa atribut, menjadi dasar untuk mempercayai atribut lain. Hasilnya disebut generalized trust. Misalnya, Samuel percaya Robin adalah ahli Robot karena telah menyaksikan Robot hasil karya Robot. Kepercayaan itu membuat Samuel percaya bahwa Robin juga ahli matematika, elektronika dan pemrograman karena ketiga keahlian itu diperlukan dalam membuat Robot.

Kepercayaan umum dibentuk pada saat belum tersedia cukup informasi tentang Trustee (Yamagishi et al., 2015). Misalnya, seorang pemuda datang ke rumah seorang gadis untuk berkenalan. Si gadis dapat memutuskan apakah percaya atau tidak percaya pemuda tersebut berdasarkan kesan umum (misalnya berpenampilan rapid dan bersikap sopan). Menurut Yamagishi et al. (2015), kepercayaan umum tidak kuat dan mudah atau rentan (fragile) terhadap perubahan. Begitu mendapat informasi tambahan tentang Trustee, kepercayaan umum Trustor bisa berubah menjadi kepercayaan spesifik.

You may want to read:

  1. Pengertian Kepercayaan
  2. Trustor dan Trustee
  3. Kepercayaan sebagai Konsep Multidimensi
  4. Faktor-faktor Pembentuk Kepercayaan
  5. Trust, Distrust, dan Mistrust
  6. Trust dan Trustworthiness

Referensi

  1. Carr, L. J. (2014). Trust – distinguishing forms, kinds, and degrees: I [Academic paper]. Philosophy Department Rivier University. Retrieved June 15, 2024, from https://www2.rivier.edu/faculty/lcarr/Trust%20-%20distinguishing%20kinds,%20forms%20and%20degrees.%20Part%20I.pdf
  2. Faulkner, P. (2015). The attitude of trust is basic. Analysis, 75(3), 424–429. https://doi.org/10.1093/analys/anv037
  3. Hertzberg, L. (1988). On the attitude of trust. Inquiry, 31(3), 307–322. https://doi.org/10.1080/00201748808602157
  4. Isaeva, N., Gruenewald, K., & Saunders, M. N. K. (2020). Trust theory and customer services research: Theoretical review and synthesis. The Service Industries Journal, 40(15–16), 1031–1063. https://doi.org/10.1080/02642069.2020.1779225
  5. Knight, H. D., & Chervany, N. L. (1996). The Meanings of Trust. Carlson School of Management University of Minnesota. https://www.academia.edu/26734531/The_Meanings_of_Trust
  6. Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An Integrative Model of Organizational Trust. The Academy of Management Review, 20(3), 709. https://doi.org/10.2307/258792
  7. Yamagishi, T., Akutsu, S., Cho, K., Inoue, Y., Li, Y., & Matsumoto, Y. (2015). Two-Component Model of General Trust: Predicting Behavioral Trust from Attitudinal Trust. Social Cognition, 33(5), 436–458. https://doi.org/10.1521/soco.2015.33.5.436