Trust, Distrust dan Mistrust

Sebagaimana telah disampaikan, pada umumnya para ahli (misalnya: Bhattacharya et al., 1998; Knight & Chervany, 1996) menerima bahwa kepercayaan pada dasarnya adalah keyakinan (confidence) dan harapan (expectation). Bagaimana kalau sebaliknya, misalnya seseorang curiga pada sesuatu atau seseorang? Kemungkinan itu ada dan perilaku demikian dinamakan distrust. Distrust (ketidakpercayaan) adalah keyakinan bahwa kita harus mempertanyakan motif seseorang dan mencurigai janji mereka (Griffith et al., 2021) atau harapan negatif bahwa pihak lain akan memenuhi janjinya (Six & Latusek, 2023; Van De Walle & Six, 2014).

Trust dan distrust adalah dua kontruk terpisah, bukan kutub berbeda dari sebuah kontinum (Van De Walle & Six, 2014).  Keduanya dilandasi oleh variabel yang berbeda. Trust  dibentuk oleh keyakinan dan harapan bahwa pihak yang dipercaya akan memenuhi janjinya, sedangkan distrust dilandasi kecurigaan dan sikap skeptik bahwa Trustee tidak dapat dipercaya (Griffith et al., 2021).

Sebagaimana telah disampaikan, keputusan percaya akan diikuti oleh kesediaan menerima resiko bahwa Trustee tidak memenuhi kewajiban atau janjinya (T melakukan X) dan diakhiri oleh tindakan-tindakan mengantisipasi outcome dari T melakukan X, yang disebut behavioral trust (De Groote & Bertschi-Michel, 2021; Dumouchel, 2005). Bagaimana dengan distrust? Menurut Dietz (2011), distrust membuat Trustor tidak bersedia menerima keadaan rentan (vurnerable) terhadap resiko dan akhirnya tidak melakukan apa-apa (no action).

Sama dengan distrust,  mistrust adalah harapan negatif bahwa pihak lain akan memenuhi janjinya (Six & Latusek, 2023; Van De Walle & Six, 2014). Penyebabnya juga sama, yaitu kecurigaan dan sikap skeptis terhadap pemenuhan kewajiban atau janji Trustee. Yang berbeda adalah penyebab kecurigaan dan sikap skeptis itu. Pada distrust, sikap curiga dan skeptis terkait dengan kemampuan Trustee memenuhi janji atau kewajibannya. Sedangkan mistrust terkait dengan kemauan Trustee memenuhi janji atau kewajibannya terkait dengan faktor-faktor yang lebih luas, misalnya suku, agama, ras, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan lain-lain. Pernyataan fiktif ini mengandung mistrust: “Saya tidak percaya perusahaan itu menerima saya sebagai karyawan karena mereka tidak suka orang-orang asal Sumatera Utara”.

Distrust dan mistrust berbeda dari low trust. Pada low trust, kepercayaan Trustor ada, tetapi rendah (Griffith et al., 2021). Pada saat distrust dan mistrust tinggi, bagaimana dengan trust? Penyebab distrust dan mistrust berbeda dari trust (Griffith et al., 2021; Van De Walle & Six, 2014). Distrust dan mistrust adalah ekspresi harapan negatif, sedangkan trust menyatakan harapan positif. Kita tidak bisa meneliti seberapa positif harapan seseorang pada saat harapan yang bersangkutan  adalah negatif. Setiap peneliti perlu fokus pada salah satu saja sesuai konteks penelitian.

You may want to read:

  1. Pengertian Kepercayaan
  2. Trustor dan Trustee
  3. Kepercayaan sebagai Konsep Multidimensi
  4. Faktor-faktor Pembentuk Kepercayaan
  5. Tipe-tipe Kepercayaan
  6. Trust dan Trustworthiness

Referensi

  1. Bhattacharya, R., Devinney, T. M., & Pillutla, M. M. (1998). A Formal Model of Trust Based on Outcomes. The Academy of Management Review, 23(3), 459. https://doi.org/10.2307/259289
  2. De Groote, J. K., & Bertschi-Michel, A. (2021). From Intention to Trust to Behavioral Trust: Trust Building in Family Business Advising. Family Business Review, 34(2), 132–153. https://doi.org/10.1177/0894486520938891
  3. Dietz, G. (2011). Going back to the source: Why do people trust each other? Journal of Trust Research, 1(2), 215–222. https://doi.org/10.1080/21515581.2011.603514
  4. Dumouchel, P. (2005). Trust as an Action. European Journal of Sociology, 46(3), 417–428. https://doi.org/10.1017/S0003975605000160
  5. Griffith, D. M., Bergner, E. M., Fair, A. S., & Wilkins, C. H. (2021). Using Mistrust, Distrust, and Low Trust Precisely in Medical Care and Medical Research Advances Health Equity. American Journal of Preventive Medicine, 60(3), 442–445. https://doi.org/10.1016/j.amepre.2020.08.019
  6. Knight, H. D., & Chervany, N. L. (1996). The Meanings of Trust. Carlson School of Management University of Minnesota. https://www.academia.edu/26734531/The_Meanings_of_Trust
  7. Six, F. E., & Latusek, D. (2023). Distrust: A critical review exploring a universal distrust sequence. Journal of Trust Research, 13(1), 1–23. https://doi.org/10.1080/21515581.2023.2184376
  8. Van De Walle, S., & Six, F. (2014). Trust and Distrust as Distinct Concepts: Why Studying Distrust in Institutions is Important. Journal of Comparative Policy Analysis: Research and Practice, 16(2), 158–174. https://doi.org/10.1080/13876988.2013.785146