Last updated on October 31, 2025 by Bilson Simamora
Knight dan Chervany (1996) menyatakan kepercayaan sebagai tingkat kesediaan satu pihak untuk bergantung pada pihak lain dalam situasi tertentu yang disertai perasaan relatif aman, walaupun ada konsekuensi negatif. Rumusan formalnya adalah:
“Trust is the extent to which one party is willing to depend on the other party in a given situation with a feeling of relative security, even though negative consequences are possible.”
Menurut Bhattacharya et al. (1998), atribut-atribut kepercayaan adalah ketidakpastian, prediktabilitas/harapan, kekuatan, tingkat kepentingan dan mutualitas, seperti dijelaskan berikut ini:
- Pertama, kepercayaan ada, berfungsi atau perlu dalam situasi ketidakpastian (uncertainty) atau beresiko (risk) terkait sesuatu di masa depan. Dengan kata lain, dalam situasi yang pasti, kepercayaan mungkin ada, tetapi tidak berfungsi. Selain itu, kepercayaan dibutuhkan pada momen yang belum terjadi. Jadi, kepercayaan tidak diperlukan apabila sesuatu sudah terjadi atau belum terjadi tetapi pasti terjadi. Misalnya, Prabowo dan Gibran telah memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024. Pernyataan ini tidak bernilai: “Saya percaya Prabowo dan Gibran memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2024” (sudah terjadi) atau “Kalau tidak ada aral melintang, saya percaya Prabowo dan Gibran akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada Oktober 2024” (sudah pasti).
- Kedua, kepercayaan mencerminkan aspek prediktabilitas (predictability) atau harapan (expectancy). Dalam pernyataan menyangkut pembelian online, “Saya percaya toko online ini,” pemercaya (Trustor) memiliki harapan bahwa apabila ia melakukan pembelian, toko online (Trustee) akan mengirim barang tepat waktu sesuai spesifikasi yang digambarkan. Kepercayaan bukan harapan, tetapi mengandung harapan.
- Ketiga, kercayaan memiliki tingkatan (level). Kepercayaan bisa tinggi atau kuat, bisa pula rendah. Bila dianggap sebagai persentase, semakin tinggi persentasenya, semakin tinggi kepercayaan.
- Keempat, tingkat kepentingan (importance): kepercayaan penting kalau diikuti perilaku. Kepercayaan bukan konsep statis (De Groote & Bertschi-Michel, 2021). Kepercayaan tidak punya arti kalau pemercaya (Trustor) hanya sampai pada pernyataan percaya itu dan tidak melakukan apa-apa setelahnya. Kalau seorang siswa mengatakan: “Saya percaya kalau saya belajar baik, prestasi saya akan naik”, tetapi dia tidak belajar dengan baik sesuai pernyataan percayanya itu, maka kepercayaannya tidak penting atau tidak bermakna.
- Kelima, kepercayaan terjadi dalam lingkungan mutualitas (mutuality), menyangkut orang dan konteks atau situasi spesifik. Kepercayaan tergantung pada siapa yang dipercaya (Trustee), siapa pemercaya (Trustee) dan dalam situasi apa (Context) kepercayaan itu muncul. Seorang ayah (sebagai pemercaya atau trustor) percaya bahwa anaknya (sebagai yang dipercaya atau trustee) mampu berpikir jernih (action) dalam situasi terdesak (context).
- Keenam, kepercayaan adalah hal baik atau positif (Baron, 1998). Dalam pernyataan kepercayaan, kita menyampaikan harapan positif (positive outcomes). Tentang kejujuran misalnya, kita menyatakan, “Saya percaya Robin jujur.” Artinya, kita berharap dan yakin (confidence) Robin jujur. Apabila kita mengatakan: “Saya percaya Robin tidak jujur”, yang kita ungkapkan bukan kepercayaan, melainkan “ketidakpercayaan” atau distrust.
Link:
- Trustor dan Trustee
- Kepercayaan sebagai Konsep Multidimensi
- Faktor-faktor yang Membentuk Kepercayaan
- Tipe-tipe Kepercayaan
- Trust, Distrust, dan Mistrust
- Trust dan Trustworthiness
Referensi
- Baron, J. (1998). Trust: Beliefs and morality. In A. Ben-Ner & L. Putterman (Eds.), Economics, Values, and Organization (1st ed., pp. 408–418). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139174855.017
- Bauer, P. C. (2013). Clearing the Jungle: Conceptualizing and Measuring Trust and Trustworthiness. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2325989
- Bhattacharya, R., Devinney, T. M., & Pillutla, M. M. (1998). A Formal Model of Trust Based on Outcomes. The Academy of Management Review, 23(3), 459. https://doi.org/10.2307/259289
- Briggs, P., Simpson, B., & De Angeli, A. (2004). Personalisation and Trust: A Reciprocal Relationship? In C.-M. Karat, J. O. Blom, & J. Karat (Eds.), Designing Personalized User Experiences in eCommerce (Vol. 5, pp. 39–55). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/1-4020-2148-8_4
- Challender, J., Farrel, P., & McDermott, P. (2019). Building Collaborative Trust in Construction Procurement Strategies (First Edition). John Wiley & Sons, Ltd.
- Chow, P. T., Cheung, S. O., & Chan, K. Y. (2012). Trust-building in construction contracting: Mechanism and expectation. International Journal of Project Management, 30(8), 927–937. https://doi.org/10.1016/j.ijproman.2012.03.002
- Ferris, G. R., Liden, R. C., Munyon, T. P., Summers, J. K., Basik, K. J., & Buckley, M. R. (2009). Relationships at Work: Toward a Multidimensional Conceptualization of Dyadic Work Relationships. Journal of Management, 35(6), 1379–1403. https://doi.org/10.1177/0149206309344741
- Jones, G. R., & George, J. M. (1998). The Experience and Evolution of Trust: Implications for Cooperation and Teamwork. The Academy of Management Review, 23(3), 531. https://doi.org/10.2307/259293
- Knight, H. D., & Chervany, N. L. (1996). The Meanings of Trust. Carlson School of Management University of Minnesota. https://www.academia.edu/26734531/The_Meanings_of_Trust
- Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An Integrative Model of Organizational Trust. The Academy of Management Review, 20(3), 709. https://doi.org/10.2307/258792
- Miller, A. H. (2006). 14. Arthur H. Miller. 1974. “Political Issues and Trust in Government: 1964–1970.” American Political Science Review 68 (September): 951–72. Cited 340 times. American Political Science Review, 100(04), 681. https://doi.org/10.1017/S0003055406352562
- PytlikZillig, L. M., Kimbrough, C. D., Shockley, E., Neal, T. M. S., Herian, M. N., Hamm, J. A., Bornstein, B. H., & Tomkins, A. J. (2017). A longitudinal and experimental study of the impact of knowledge on the bases of institutional trust. PLOS ONE, 12(4), e0175387. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0175387
- Rotter, J. B. (1980). Interpersonal trust, trustworthiness, and gullibility. American Psychologist, 35(1), 1–7. https://doi.org/10.1037/0003-066X.35.1.1
- Rousseau, D. M., Sitkin, S. B., Burt, R. S., & Camerer, C. (1998). Not So Different After All: A Cross-Discipline View Of Trust. Academy of Management Review, 23(3), 393–404. https://doi.org/10.5465/amr.1998.926617
- Seppänen, R., Blomqvist, K., & Sundqvist, S. (2007). Measuring inter-organizational trust—A critical review of the empirical research in 1990–2003. Industrial Marketing Management, 36(2), 249–265. https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2005.09.003
- Winsvold, M., Haugsgjerd, A., Saglie, J., & Segaard, S. B. (2023). What makes people trust or distrust politicians? Insights from open-ended survey questions. West European Politics, 1–25. https://doi.org/10.1080/01402382.2023.2268459