Konstruk, Variabel Observasi, Variabel Laten dan Indikator

Dalam penelitian, ada empat konsep yang akrab dengan para peneliti, yaitu konstruk, varibel observasi,  variabel laten dan indikator. Seringkali terjadi ketidaktepatan penggunaan keempat konsep tersebut. Tulisan singkat ini dimaksudkan untuk menjelaskan kedudukan kedua konsep yang berasal dari entitas yang sama tetapi berbeda makna tersebut. Kemudian, dijelaskan pula mana mendahului mana? Variabel laten mendahului konstruk ataukah konstruk mendahului variabel laten? Keduanya bisa, seperti dijelaskan berikut ini.

Konstruk Mendahului Variabel Laten

Konstruk adalah sebuah konsep teoritis yang memiliki abstraksi tinggi, tidak bisa diukur secara langsung dan tidak memiliki nilai sendiri.  Untuk mengukurnya, kalau konstruk multidimensi, konstruk perlu dijabarkan ke dalam dimensi (sub-kontruk) terlebih dahulu, kemudian dimensi ke variabel-variabel spesifik dan selanjutnya variable observasi, seperti berikut ini:

Konstruk multidimensi: Konstruk→dimensi→variabel→variabel pengamatan

Kualitas layanan (SERVQUAL) adalah contoh konstruk multidimensi.

Sedangkan kalau unidimensi, konstruk dijabarkan ke dalam variabel dan selanjutnya variable pengamatan, seperti berikut ini:

Konstruk unidimensi: Konstruk→variabel→variabel pengamatan

Maksud perilaku (behavioral intention), yang digunakan dalam the Theory of Planned Behavior adalah contoh konstruk unidimensi.

Variable Pengamatan

Adakalanya variabel belum dalam format yang bisa diukur. Agar dapat diukur, variabel perlu dibentuk sedemikian, sehingga dapat diukur sesuai konteks penelitian. Namanya berubah menjadi variabel pengamatan (observed variables) atawa variabel operasional. Apabila pengukuran sudah dilakukan, dengan menggunakan confirmatory factor analysis, nilai variabel-variabel pengamatan yang berasal dari konstruk atau dimensi yang sama, dipercaya bergabung  ke dalam variabel  laten yang sama.

Kata ‘laten’ dipakai karena  variabel dimaksud tidak tampak atau dapat terukur. Nilainya  diindikasikan (atau ditentukan) oleh nilai variabel-variabel pengamatan. Karena  fungsinya ‘mengindikasikan’ atau ‘membentuk’ itu, maka ketika dikaitkan dengan variabel laten, variabel-variabel pengamatan dinamakan indikator.

Variabel pengamatan diturunkan dari konstruk. Indikator merefleksikan atau membentuk nilai variabel laten. Keberadaan variabel laten mengofirmasi konstruk secara empiris.

Variabel laten ditampilkan dalam model penelitian yang siap dianalisis (biasanya pada Bab III skripsi) (misalnya model lengkap SEM). Dengan nilai yang dimilikinya, peneliti dapat memeriksa hubungan struktural antar variabel laten secara empiris (dalam Bab IV skripsi). Hasil analisis ini dapat mengonfirmasi atau tidak mengonfirmasi hubungan teoritis antar konstruk yang dispesifikasi dalam kerangka pemikiran di Bab II skipsi.

Melalui penjelasan ini dapat kita pahami bahwa konstruk dan variabel laten adalah bagian entitas yang berkaitan, namun memiliki fungsi yang berbeda. Konstruk ada pada ranah teoritis dan digunakan untuk membangun grand theory menjadi kerangka pemikiran.

Variabel laten ada dalam ranah empiris. Melalui nilai empiris yang dimilikinya, peneliti dapat menganalisis hubungan antara variabel laten dan indikator-indikatornya hubungan struktural antar variabel laten yang diturunkan dari kerangka pemikiran. Hasil analisis struktual ini dipakai untuk  mengonfirmasi atau hubungan antar konstruk yang dispesifikasi dalam kerangka pemikiran atau membuktikan hipothesis.

Variabel Laten Mendahului Konstruk

Adakalanya teori dibangun berdasarkan variabel laten yang ditemukan melandasi sejumlah variabel pengamatan. Pada tahun 1988, Parasuraman, Berry dan Zeithalam membentuk konsep (konstruk) baru yang mereka namakan SERVQUAL. Proses pembentukan konsep itu dimulai tahun 1983 dengan mengumpulkan 100 item kualitas service. Kemudian, melalui analisis faktor mereka menemukan 10 dimensi yang mendasari 100 item tersebut. Kemudian, melalui berbagai penyempurnaan, pada tahun 1994, mereka mempublikasikan SERVQUAL yang berisikan lima dimensi atau sub-konstruk yang mewakili 22 item pernyataan, yaitu reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangibles.

Bagaimana membagi ke-22 item pertanyaan ke dalam lima dimensi? Kelima dimensi ditemukan karena analisis faktor menunjukkan bahwa ke-22 item bergabung ke dalam lima faktor (disebut juga komponen). Kemudian, para peneliti memeriksa kesamaan antar item pertanyaan. Berdasarkan kesamaan tersebut, para peneliti memberi nama pada setiap faktor. Setelah diteorikan, namanya berubah menjadi dimensi (tidak disebut lagi faktor), seperti kelima dimensi (sub-konstruk), yang tergabung dalam konstruk kualitas servis (SERVQUAL) temuan Parasuraman et al. (1988). Jadi, variabel laten dapat mendahului konstruk.

Untuk membentuk variabel laten menjadi konstruk diperlukan Exploratory Factor Analysis. Dengan alat ini, kita dapat mengetahui apakah konstruk yang dihasilkan multidimensi ataukah unidimensi.

Pada Kerangka Pemikiran, Namanya Apa, Konstruk ataukah Variabel Laten?

Ada empat model kerangka pemikiran, yaitu grafis, deskriptif, matematik dan struktural (ingin tahu lebih lanjut? Klik link ini https://www.bilsonsimamora.com/dari-teori-sampai-kerangka-pemikiran/#kerangka%20pemikiran). Model paling populer adalah model struktural. Banyak  akademisi yang mengidentikkan kerangka pemikiran dengan  model struktural. Berikut ini adalah contoh kerangka pemikiran dengan model struktural. Model struktural menggambarkan hubungan antar konstruk.

Apabila diletakkan dalam hubungan struktural, maka kita dapat menamakan konstruk atau variabel penelitian. Istilah variabel penelitian digunakan karena kita perlu mengukur (meneliti) konstruk dan memeriksa (meneliti) hubungannya dengan konstruk lain yang ditampilkan dalam kerangka pemikiran.

Bagaimana mengukur konstruk? Untuk konstruk unidimensi, pertama-tama konstruk  kita jabarkan ke dalam variabel, variabel observasi (disebut juga variabel operasional) dan item-item pertanyaan (disebut juga instrumen), seperti pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Contoh Operasionalisasi Variabel Penelitian (Konstruk) Intensi berpartisipasi dalam komunitas produk

KonstrukVariabelVariable OperasionalItem-item PertanyaanSkala 
Intensi berpartisipasi dalam komunitas produk

(incom)

 

Defenisi:

Keinginan individu untuk berpartisipasi dalam  dalam aktivitas-aktivitas terkait komunitas mereknya di masa depan (Algesheimer et al. 2005)

 

 

 

Intensi mengikuti even-even berkala komunitas merek (INCOM1)

 

Intensi mengikuti even-even  seminar, kunjungan, dan pameran yang selenggarakan merek XAnda beniat mengikuti even-even  seminar, kunjungan, dan pameran yang diselenggarakan komunitas merekSkala Likert (1: Sangat tidak setuju; 5: Sangat setuju)
Intensi menghadiri even-even pribadi anggota  yang mengundang komunitas merek  (INCOM2)Intensi menghadiri perayaan ulang tahun, pernikahan, dan  sunatan anak anggota, yang mengundang komunitas merek XSaya akan menghadiri menghadiri  perayaan ulang tahun, pernikahan, atau sunatan anak anggota, yang mengundang komunitas merek XSkala Likert (1: Sangat tidak setuju; 5: Sangat setuju)
Intensi terlihat dalam media sosial komunitas merek 

 (INCOM3)

Keinginan mengunjungi dan mengomentari postingan  komunitas dan anggota-anggota lain komunitas pada media sosial Facebook, Intagram, Youtube, dan Tiktok komunitas dan anggota-anggota lain komunitas merek XSaya akan mengunjungi dan mengomentari postingan  komunitas dan anggota-anggota lain komunitas pada media sosial facebook, Intagram, Youtube, dan Tiktok komunitas dan anggota-anggota lain komunitas merek XSkala Likert (1: Sangat tidak setuju; 5: Sangat setuju)

Variabel Laten dan Indikator

Kapan kita berbicara variabel laten dan indikator? Ada dua kesempatan dalam mana kita menggunakan istilah variabel laten dan indikator. Pertama, saat kita menjabarkan model struktural ke dalam model pengukuran atau model lengkap SEM, seperti diperlihatkan berikut ini. Kita fokus pada ‘incom’. Ini adalah variabel laten yang mewakili konstruk ‘Intensi berpartisipasi dalam komunitas produk’. Nilai variabel laten ‘incom’ diekstrak dari nilai indikator-indikatornya: INCOM1, INCOM2, INCOM3.

Kedua, pada saat menampilkan hasil, kita juga menggunakan istilah variabel laten dan indikator, seperti di bawah ini. Jadi, pada gambar di bawah ini, ‘exfunc, exsym, incom dan pae’ adalah variabel-variabel laten. Indikatornya ditampilkan dalam bentuk kotak. Jadi, ‘INCOM1, INCOM2, dan INCOM 3 adalah indikator-indikator ‘incom’.

Ringkasan

Apabila konstruk telah diteorikan, variabel laten adalah manifestasi konstruk dan indikator adalah manifestasi variabel observasi dalam ranah penelitian empiris. Variabel laten dapat mendahului konstruk, dalam mana konstruk dibangun berdasarkan kesamaan makna (meaning) indikator-indikator yang bergabung ke dalam variabel laten yang sama. Pada kajian teori, peneliti membangun kerangka pemikiran berdasarkan hubungan antar konstruk secara ilmiah. Pada bagian analisis, peneliti menganalisis hubungan antar variabel laten secara empiris. Idealnya, hubungan antar konstruk yang dibangun dalam kerangka pemikiran, dikonfirmasi oleh hubungan antar variabel laten dalam analisis model struktural.

Catatan:

Tulisan ini dikembangkan dengan perspektif penelitian kuantitatif.

Referensi

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.