Last updated on September 30, 2025 by Bilson Simamora
Kepercayaan Umum
Kepercayaan bisa didasarkan pandangan umum atau tanpa atribut spesifik trustee. Kepercayaan demikian dinamakan kepercayaan umum (general trust) (Knight & Chervany, 1996; Mayer et al., 1995; Yamagishi et al., 2015). Faulkner (2015) menggambarkan kepercayaan umum dalam kalimat: S percaya T.
Dalam kalimat ‘S percaya T’, kepercayaan umum tidak didasarkan pada atribut spesifik. Didasarkan pada apa? Jawabnya terletak pada karakter Trustor dan karakter Truster, salah satu atau keduanya.
Dari sisi Trustor, kepercayaan umum dapat terbentuk karena kecenderungan Trustor untuk percaya (propensity to trust) (misalnya: S mudah percaya). Dari sisi Trustee, kepercayaan umum dapat terbentuk karena orangnya dapat dipercaya (trustworthiness) (T adalah orang yang dapat dipercaya) (Faulkner, 2015; Isaeva et al., 2020).
Sebagai ilustrasi, saat Samuel berkata: “Saya percaya Febri karena dia orang baik”, ia sedang mengekspresikan kepercayaan umum berbasis karakter Trustee. Predikat Febri sebagai ‘orang baik’ adalah cerminan general trustworthiness, yang didasarkan pada aspek-aspek kepribadian, seperti ketulusan (benevolence) dan kejujuran (honesty).
Dalam konteks hubungan interpersonal, pada saat S berkata: “Saya percaya T” karena T adalah orang yang dapat dipercaya”, kepercayaan itu menggambarkan sikap dasar S terhadap T atau “fundamental attitude of one person towards others” (Hertzberg, 1988), yang didasarkan pada aspek-aspek kepribadian T, seperti ketulusan dan kejujuran.
Kepercayaan umum dibentuk pada saat belum tersedia cukup informasi tentang Trustee (Yamagishi et al., 2015). Misalnya, seorang pemuda datang ke rumah seorang gadis untuk berkenalan. Si gadis dapat memutuskan apakah percaya atau tidak percaya pemuda tersebut berdasarkan kesan umum (misalnya berpenampilan rapid dan bersikap sopan). Menurut (Yamagishi et al., 2015), kepercayaan umum demikian tidak kuat dan rentan (fragile) berubah. Begitu mendapat informasi tambahan tentang Trustee, kepercayaan umum Trustor bisa berubah menjadi kepercayaan spesifik.
Kepercayaan Spesifik
Apabila kalimatnya adalah: ‘S percaya T untuk melakukan X’, maka kepercayaan tidak lagi bersifat umum, akan tetapi kepercayaan spesifik yang didasarkan pada keyakinan bahwa T mampu melakukan X. Misalnya, T adalah seorang tukang jahit. S membayar T untuk menjahitkan jas karena yakin bahwa T mampu menjahit jas (X). Kemampuan menjahit jas adalah atribut spesifik yang menghasilkan kepercayaan spesifik. Kenapa disebut? Karena kepercayaan S pada T dalam hal menjahit jas atau hanya terkait dengan atribut spesifik.
Dalam pernyataan “T adalah orang yang dapat dipercaya untuk melakukan X” tercemin specific trustworthiness (tingkat dapat dipercaya spesifik), yang didasarkan pada kemampuan, pengalaman, keterandalan (kesiapan melakukan tugas), ketulusan dan kejujuran trustee.
Seseorang juga bisa juga melakukan generalisasi, dengan mana kepercayaan pada satu atau beberapa atribut, digunakan sebagai dasar untuk mempercayai atribut Trustee lain. Kepercayaan yang dihasilkan disebut generalized trust. Misalnya, Samuel percaya Robin adalah ahli Robot karena ia telah menyaksikan Robot hasil karya Robin. Karena tahu Robin ahli pemograman robot, Samuel juga percaya bahwa Robin mampu melakukan memrogram aplikasi komputer, walaupun belum melihat buktinya. Kepercayaan demikian disebut generalized trust.
Keberadaan Kepercayaan Umum dan Kepercayaan Spesifik Sekaligus
Seperti telah dijelaskan, kepercayaan umum didasarkan pada karakter, baik dari sisi Trustor maupun dari sisi Trustee, maupun kedua kedua sisi. Pada sisi lain, kepercayaan spesifik didasarkan pada atribut spesifik Trustee. Pertanyaannya, apakah kepercayaan umum dan kepercayaan spesifik bisa ada bersama? Jawabnya ya karena faktor pembentuk keduanya bisa ada sekaligus pada Trustee (punya karakter dan atribut spesik dapat dipercaya) atau pada Trustor (punya propensity to trust) dan pada Trustee (punya atribut spesifik dapat dipercaya). Namun, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
You may want to read:
Referensi
- Faulkner, P. (2015). The attitude of trust is basic. Analysis, 75(3), 424–429. https://doi.org/10.1093/analys/anv037
- Hertzberg, L. (1988). On the attitude of trust. Inquiry, 31(3), 307–322. https://doi.org/10.1080/00201748808602157
- Isaeva, N., Gruenewald, K., & Saunders, M. N. K. (2020). Trust theory and customer services research: Theoretical review and synthesis. The Service Industries Journal, 40(15–16), 1031–1063. https://doi.org/10.1080/02642069.2020.1779225
- Knight, H. D., & Chervany, N. L. (1996). The Meanings of Trust. Carlson School of Management University of Minnesota. https://www.academia.edu/26734531/The_Meanings_of_Trust
- Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An Integrative Model of Organizational Trust. The Academy of Management Review, 20(3), 709. https://doi.org/10.2307/258792
- Yamagishi, T., Akutsu, S., Cho, K., Inoue, Y., Li, Y., & Matsumoto, Y. (2015). Two-Component Model of General Trust: Predicting Behavioral Trust from Attitudinal Trust. Social Cognition, 33(5), 436–458. https://doi.org/10.1521/soco.2015.33.5.436