Last updated on March 31, 2026 by Bilson Simamora
Pendahuluan
Rencana dan perencanaan
Rencana Pemasaran
Rencana Pemasaran Strategik
Rencana Pemasaran Operasional
Perbedaan Rencana Strategis dan Operasional
Pendahuluan
Kita sudah sangat terbiasa menemukan konsep-konsep ini: rencana pemasaran (marketing plan), rencana pemasaran strategik (strategic marketing plan), pemasaran strategik (strategic marketing) dan strategi pemasaran (marketing strategy). Menurut Bloom (1956), seseorang takkan mungkin menerapkan suatu ilmu apabila tidak mengerti dan mampu menjelaskan informasi atau konsep-konsep ilmu itu. Karena itu, agar mampu menggunakannya dalam praktek, kita perlu memahami keempat konsep yang ditampilkan dalam judul artikel ini.
Rencana dan perencanaan
Rencana adalah kata benda, yang dapat diartikan sebagai gagasan terperinci untuk melakukan atau mencapai sesuatu. Rencana menguraikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan, termasuk tugas, jadwal, sumber daya, dan tanggung jawab. Rencana pada dasarnya adalah sebuah keputusan atau niat seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan sesuatu. Apabila menyangkut bangunan, alat atau pengembangan wilayah, rencana juga berisikan desain arsitektur, cetak biru (misalnya cetak biru pesawat), peta pengembangan wilayah dua atau tiga dimensi (disebut maket).
Rencana dihasilkan oleh perencanaan. Perencanaan adalah proses penetapkan tujuan dan penentuan cara mencapainya. Dalam perencanaan dibuat keputusan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, kapan melakukannya, dan siapa yang harus melakukannya. Perencanaan adalah fungsi manajemen mendasar yang memberikan arahan, mengurangi ketidakpastian, dan memfasilitasi pengendalian.
Rencana Pemasaran
Rencana pemasaran dapat dibagi ke dalam jenis, yaitu rencana pemasaran jangka panjang (disebut juga rencana pemasaran strategis – strategic marketing plan) dan rencana pemasaran jangka pendek (dinamakan juga rencana pemasaran operasional – operational marketing plan) atau oleh Bureau (1981) disebut sebagai rencana pemasaran tahunan (annual marketing plan).
Rencana pemasaran strategik dirumuskan melalui perencanaan pemasaran strategis (strategic marketing planning). Rencana pemasaran operasional dirumuskan melalui perancanaan pemasaran operational (operational marketing planning).
Rencana Pemasaran Strategik
Rencana pemasaran strategik adalah dokumen komprehensif yang menguraikan tujuan pemasaran perusahaan dan strategi untuk mencapainya. Rencana ini biasanya mencakup analisis situasi lingkungan mikro pemasaran (pasar, pesaing, perantara, pemasok) dan lingkungan makro pemasaran (ekonomi, demografi, teknologi, politik dan lain-lain), tujuan, segementasi, targeting, positioning, strategi-strategi pemasaran, program pemasaran, anggaran, dan jadwal tertentu yang harus dilaksanakan.
Rencana ini berfungsi sebagai peta jalan (road map) dalam 2 (dua) sampai 5 (lima) tahun ke depan, yang menyelaraskan upaya pemasaran (marketing effort) dengan tujuan bisnis secara keseluruhan dan berkontribusi pada pertumbuhan dan profitabilitas jangka panjang. Rencana yang ditetapkan dengan baik memungkinkan alokasi sumber daya dan pengukuran kinerja yang efektif.
Perencanaan pemasaran strategik adalah sebuah proses dengan mana perusahaan membuat rencana komprehensif untuk mencapai tujuan pemasaran tertentu, menyelaraskan upaya pemasaran dengan tujuan bisnis secara keseluruhan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Proses ini melibatkan analisis pasar, mengidentifikasi target audiens, mendefinisikan tujuan, dan mengembangkan strategi untuk menjangkau dan melibatkan pelanggan, yang pada akhirnya bertujuan untuk pertumbuhan dan loyalitas yang berkelanjutan.
Perencanaan Pemasaran Strategik meliputi proses menyangkut:
- Visi
- Misi
- Analisis Situasi (Internal dan Eksternal)
- Tujuan
- Segmentasi, Targeting, Positioning
- Program Pemasaran
- Rencana Implementasi
- Rencana Evaluasi dan Kontrol
Tabel 1. Contoh Rencana Pemasaran Strategik EcoFreshWater pada tahap Perkenalan (2023-2025)
| Analisis Situasi 1. Gambaran Umum Perusahaan
2. Analisis Situasi Pasar
3. Lanskap Persaingan Sampai tahun 2023, belum ada AMDK yang menggunakan kemasan ramah lingkungan di Indonesia. Pemain-pemain besar dalam industri, seperti AQUA, Vit, Le Minerale, Prima Air dan lain-lain, semuanya masih menggunakan kemasan plastik yang sulit terurai secara alami. Unique Selling Point (USP) EcoFreshWater adalah: Kemasan EcoFreshWater 100% dapat dijadikan kompos dalam waktu 90 hari. Tidak ada residu mikroplastik. 4. Analisis SWOT Kekuatan:
Kelemahan:
Peluang:
Ancaman:
2. Tujuan Pemasaran
3. Strategi Pasar Sasaran a. Target Market Pelanggan Individu:
Pelanggan institusi: Rumah sakit, praktek dokter 4. Brand Position EcoFreshWater diposisikan sebagai air dalam kemasan sehat dan ramah lingkungan. 5. Bauran Pemasaran (4 P) Produk:
Harga:
Distribusi:
Promosi:
6. Anggaran Pemasaran
Total Rp 2.275.000.000. 7. KPI dan Metrik
8. Timeline Implementasi Tahun ke-1:
Tahun ke-2:
Tahun ke-3:
Manajemen Risiko:
|
Rencana Pemasaran Operasional
Rencana pemasaran operasional berisikan deskripsi cara organisasi akan memperoleh pendapatannya.
Rencana pemasaran operasional diturunkan dari rencana pemasaran strategik (Bureau, 1981).
Rencana pemasaran operasional berisikan rincian penerapan rencana strategik. Ada empat kata kunci dalam rincian dimaksud, yaitu: APA (apa yang akan dilakukan?), KAPAN (kapan dilakukan?), SIAPA (siapa yang melakukan) dan BERAPA (berapa anggaran yang dibutuhkan setiap kegiatan?). Contoh di bawah ini adalah penjabaran rencana implementasi pemasaran strategik pada tahun pertama (Tabel 1).
Tabel 2: Contoh Rencana Pemasaran Operasional
Rencana Pemasaran Operasional: EcoFreshWaterTahun Anggaran: 2023 (Tahun I) 1. Sasaran:
2. Kalender Aktivitas Pemasaran (Rincian Bulanan) dan Anggaran
3. Anggota Tim
4. Kampanye Influencer Tujuan: Menciptakan buzz melalui media sosial, dan menginisiasi user created content (konten yang dibuat pengguna media sosial).
5. Ringkasan Keberhasilan Pada akhir tahun 2025, rencana pemasaran operasional EcoFreshWater akan:
|
Perbedaan Rencana Strategis dan Operasional
Pada contoh yang ditampilkan di atas, rencana strategik berlaku pada 2023-2025 atau tiga tahun. Rencana pemasaran operasional berlaku satu tahun. Oleh karena itu, selama masa berlaku rencana pemasaran strategik, akan ada tiga rencana pemasaran operasional untuk merealisasikannya, yang mencakup tahun 2023, 2024 dan 2025. Apa bedanya? Simak tabel berikut.
| Fitur Pembeda | Rencana Strategis (Jangka Panjang) | Rencana Operasional (Jangka Pendek) |
| Rentang Waktu | Fokus pada 3–5 tahun. | Fokus pada 1 tahun fiskal |
| Tujuan Utama | Menentukan sasaran besar seperti Visi, Profit, & Pangsa Pasar). | Meng-konkrit-kan langkah-langkah untuk mencapai target tahunan. |
| Fokus Analisis Situasi | Lingkungan makro & mikro serta peramalan jangka panjang. | Peluang & risiko spesifik yang muncul di tahun berjalan. |
| Cakupan Pasar | Definisi bisnis secara umum dan strategi segmentasi. | Detail produk, target grup inti, dan wilayah jangkauan (catchment area. |
| Instrumen | Penetapan portofolio penawaran dan struktur organisasi. | Desain alat pemasaran (marketing diamond) dan integrasi aktivitas. |
| Output Utama | Dokumen strategi dan tujuan jangka panjang. | Anggaran (budget) mendetail dan rencana aksi operasional. |
Pemasaran Strategik
raven dan Piercy (2006) juga menyatakan bahwa pemasaran strategik merupakan sebuah ‘proses’, yakni proses pengembangan strategi yang digerakkan oleh pasar (market-driven process of strategy development), yang memperhatikan lingkungan bisnis yang berubah terus-menerus dan kebutuhan untuk memberikan nilai pelanggan yang superior.
Ini rumusan aslinya:
It is a market-driven process of strategy development, taking into account constantly changing environment and the need to deliver superior customer value.
Menurut Craven dan Piercy (2012), ada empat karakteristik proses yang digerakkan oleh pasar, yaitu:
- Berorientasi pada pasar (market oriented).
- Menyesuaikan nilai pelanggan dengan kemampuan perusahaan (matching customer value with company capabilities).
- Mengidentifikasi kemampuan yang berbeda (identifying distinctive capabilities).
- Bertujuan menghasilkan kinerja superior (lead to superior performance).
Disebut berorientasi pasar apabila seluruh bagian perusahaan memiliki kebiasaan atau budaya mengumpulkan informasi tentang pelanggan dan pesaing, lalu mengordinasikan usaha (effort) mereka berdasarkan informasi tersebut.
Proses dimaksud adalah strategic marketing planning. Jadi, strategic marketing planning dapat dikatakan sebagai pemasaran strategik (strategic marketing) kalau digerakkan oleh pasar, seperti dijelaskan di atas.
Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah pola keputusan-keputusan organisasi yang terintegrasi, yang menjelaskan pilihan-pilihan penting terkait produk, pasar, kegiatan pemasaran dan sumberdaya pemasaran dalam menciptakan, mengomunikasikan dan menyampaikan produk yang menawarkan nilai bagi konsumen, yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya (Varadarajan, 2010).
Dengan pengertian ini, strategi pemasaran dapat berisikan satu atau banyak keputusan pemasaran, tergantung pada apakah aspek strategis hanya satu atau banyak. Namun, syaratnya keputusan-keputusan tersebut terintegrasi. Keputusan-keputusan terintegrasi (integrated strategic decisions) dan saling mendukung untuk mencapai suatu tujuan tersebut dinamakan sebagai vektor.
Apa itu vektor? Dalam fisika, vektor adalah sebuah gaya yang dibentuk oleh beberapa gaya yang memiliki kesamaan arah atau yang dapat bekerja sama satu sama lain. Apabila berlawanan arah, maka gaya saling meniadakan.

Gambar 1. Ilustrasi Vektor
Pertanyaannya, apabila merupakan suatu vektor, bagaimana merumuskan strategi pemasaran? Ingat kembali bahwa pemasaran bukan ilmu pasti, yang segala sesuatunya teratur dan terukur (Kotler, 1997). Strategi pemasaran seharusnya disusun berdasarkan keputusan-keputusan strategik yang saling mendukung.
Sebagai contoh, Kotler (1988) merumuskan strategi berdasarkan faktor harga dan kualitas produk. Harga dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kualitas juga dibagi ke dalam tiga kategori: tinggi, sedang, rendah. Dengan mengombinasikan harga dan kualitas diperoleh sembilan pasangan kategori. Di antara ke-9 pasangan tersebut yang dapat dikatakan sebagai vektor adalah yang saling mendukung (integratif) (diwarnai biru).

Gambar 1. Price and quality based strategy. Sumber: Kotler, P. (1988). Marketing Management: Analysis, Planning, Implementation and Control. 6th Ed. Englewood Cliffs, New Jersey. Prentice-Hall Inc.
Referensi
Bloom, B.S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives, Handbook The Cognitive Domain. David McKay, New York.
Bureau, J.R. (1981). The Operational Marketing Plan. In: Brand Management. Macmillan Studies in Marketing Management. Palgrave, London. https://doi.org/10.1007/978-1-349-86068-5_3
Cravens, D. W., & Piercy, N.F. (2013). Strategic Marketing. 10th Edition. New York: McGraw-Hill.
Kotler, P. & Keller, K.L. (2012). Marketing Management.14th Edition. Pearson Education Limited, London.
Kreutzer, R. T. (2019). Strategic and Operational Marketing Plan. In R. T. Kreutzer, Toolbox for Marketing and Management (pp. 225–229). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-13823-3_10
Varadarajan, R. (2010). Strategic Marketing and Marketing Strategy: Domain, Definition, Fundamental Issues and Foundational Premises. Journal of The Academy of Marketing Science, 38, 119-140. DOI: 10.1007/s11747-009-0176-7.