Second Order CFA

Sebagaimana telah disampaikan, CFA dapat digunakan untuk menguji validitas sebuah konstruk. Pertanyaannya, bagaimana kalau sebuah konstruk terdiri dari beberapa sub-konstruk? Untuk itu kita perlu melakukan CFA dua tingkat (second-order confirmatory factor analysis). Tingkat pertama adalah antara variabel-variabel dengan sub-konstruk, yang disebut juga dimensi. Tingkat kedua adalah antara sub-konstruk dengan konstruknya.  LIhat contoh berikut ini.  Secara teori, Schiffman dan Kanuk (2012) menyatakan bahwa besar-kecilnya pengaruh referensi group tergantung pada kemenarikan (attractiveness), kedibilitas dan power grup referensi itu. Tabel di bawah ini adalah operasionalisasi konstruk pengaruh grup referensi dimaksud.

Sekarang mari kita lakukan Second Order CFA.  Pertama-tama ambil datanya dari sini.  Datanya dalam bentuk word, jadi harus di-down-load dulu lalu di-copy ke SPSS.  Lakukanlah CFA dua kali. Pertama-tama antara variabel dengan dimensi. Dalam SPSS perintahkan agar skor faktor disimpan. Akan ada skor faktor untuk setiap dimensi. Dengan menggunakan skor faktor ini, lakukan

DAFTAR REFERENSI

Schiffman, L.G. & Kanuk, L.L. (2012). Consumer Behavior. Upper-Saddle River: Prentice-Hall, Inc.