Persamaan Linier dan Uji Hipothesis

Dari output LISREL kita peroleh persamaan sebagai berikut:

Persamaan pertama berisikan koefisien yang dapat dipakai untuk menguji hipothesis pertama dan kedua. Untuk hipothesis pertama, untuk uji statistik dapat kita tulis ulang sebagai berikut:

Ho: γ11=0. Dengan kata lain, kualitas fungsional sepeda motor tidak berpengaruh positif terhadap keinginan untuk berpartisipasi dalam komunitas merek motor.

Ha: γ11>0. Dengan kata lain, kualitas simbolis sepeda motor berpengaruh positif terhadap keinginan untuk berpartisipasi dalam komunitas merek motor.

Koefisien γ11=0.0.56, dengan nilai-t=7.74. Kesimpulannya, cukup bukti untuk menolak H0.  Karena, untuk α=0.05, nilai-t=1.96. Sepanjang nilai-t>1.96, cukup bukti untuk menolak Ho. Dengan demikian, kualitas fungsional sepeda motor berpengaruh positif terhadap keinginan untuk berpartisipasi dalam komunitas merek motor.

Untuk hipothesis kedua, untuk uji statistik, penulisannya adalah sebagai berikut:

H0:  γ12=0. Artinya, kualitas simbolis sepeda motor tidak berpengaruh positif terhadap keinginan untuk berpartisipasi dalam komunitas merek motor.

Ha:  γ12>0.  Artinya, kualitas simbolis sepeda motor tidak berpengaruh positif terhadap keinginan untuk berpartisipasi dalam komunitas merek motor.

Koefisien γ12=0.030, dengan nilai-t=0.46. Kesimpulannya, tidak cukup bukti untuk menolak H0.  Dengan demikian, kualitas fungsional sepeda motor tidak berpengaruh positif terhadap keinginan untuk berpartisipasi dalam komunitas merek motor.

Persamaan kedua dapat dipakai untuk menguji hipothesis tiga dan empat.  Penulisan hipothesis tiga untuk uji statistik adalah:

H0:  β21=0.  Artinya, partisipasi dalam komunitas motor tidak berpengaruh terhadap antisipasi emosi   positif.

Ha:  β21>0. Artinya, partisipasi dalam komunitas motor tidak berpengaruh terhadap antisipasi emosi   positif.

Pada persamaan kedua, β21=0.20 dengan nilai-t=2.30. Dengan demikian cukup bukti menolak Ho. Jadi, intensi berpartisipasi dalam komunitas berpengaruh positif pada antisipasi emosi positif.

Penulisan hipothesis empat untuk uji statistik adalah:

Ho: γ22=0. Dengan kata lain, kualitas simbolis motor tidak berpengaruh terhadap antisipasi emoti positif.

Ha: γ22>0.  Dengan kata lain, kualitas simbolis motor berpengaruh terhadap antisipasi emoti positif.

Terlihat pada persamaan kedua bahwa γ22=0.34 dengan nilai-t=4.12.  Cukup bukti menolak Ho. Jadi, kualitas simbolis motor berpengaruh terhadap antisipasi emoti positif.

Uji Mediasi

SEM dapat dipakai untuk untuk uji mediasi. Dalam model struktural kita dapat memeriksa apakah pengaruh ‘exsym’ terhadap ‘pae’ dimediasi sebagian ataukah sepenuhnya oleh ‘incom’.  Dari output LISREL kita peroleh data berikut.

Total Effects of KSI on ETA

 

exfunc      exsym

——–   ——–

incom       0.06       0.54

(0.07)     (0.07)

0.85       7.40

 

pae       0.01       0.45

(0.01)     (0.07)

0.80       6.20

Indirect Effects of KSI on ETA

exfunc      exsym

——–   ——–

incom       – –        – –

pae       0.01       0.10

(0.01)     (0.05)

0.80       2.22

Total Effects of ETA on ETA

incom        pae

——–   ——–

incom        – –        – –

pae        0.20       – –

(0.08)

2.30

Direct effect ‘exsym’ ke ‘pae’ adalah γ22=0.34. Indirect effect12211121=0.54*0.20-0.057*0.20 = 0.108-0.0114=0.0966=0.01, dengan nilai-t=2.22. Jadi, total effect=0.34+0.01=0.45. Hitung-hitungan koefisien mudah. Yang sulit adalah menentukan nilai-t indirect effect.  Untuk mediasi sederhana, kita bisa menggunakan Sobel test.  Akan tetapi, untuk mediasi kompleks SEM adalah alat analisis yang powerful.  Kesimpulan dari analisis mediasi ini adalah: Pengaruh ‘exsym’ terhadap ‘pae’ dimediasi sebagian oleh ‘incom’.