Latar Belakang Penelitian Tidak Jelas

————

How to Cite (Model APA Edisi ke-7): Simamora, B. (2021). Skripsi dan tesis yang membuat frustrasi: Latar belakang penelitian tidak jelas. Bilson Simamora Marketing and Research Center. Diakses melalui https://www.bilsonsimamora.com/?page_id=2921&preview=true, dd/mm/yyyy.

Catatan: Halalaman ini tidak bisa dikopi langsung dari layar untuk menghindari cloning. Silahkan di-download apabila pembaca ingin mengambilnya.

————

Banyak mahasiswa yang kesulitan menulis bagian ini. Masalah yang sering muncul adalah banyaknya uraian yang tidak relevan, tidak padunya bagian-bagian tulisan, dan tidak jelasnya pesan yang disampaikan. Akibatnya, pertanyaan: “Apa latar belakang penelitian kamu?” Tidak bisa dijelaskan secara singkat, padat, jelas, dan meyakinkan.

Sebenarnya latar belakang masalah adalah sebuah uraian yang menjelaskan adanya masalah riset yang penting diteliti. Sesuai pengertian ini, isinya menyangkut pencarian ilmiah (scientific endeavor) sampai peneliti menemukan masalah riset yang diteliti.

Perlu dipahami bahwa yang dimaksud dengan masalah riset adalah pertanyaan yang belum terjawab, bukan kejadian, perkembangan, hasil suatu keputusan atau perlakuan. Memang even-even seperti itu (kejadian, perkembangan, hasil suatu keputusan atau perlakuan) dapat dijadikan sebagai latar belakang penelitian.

Banyak perguruan tinggi membuat hanya satu pola penulisan latar belakang masalah dalam buku petunjuk penulisan skripsi dan tesis walaupun ada berbagai macam latar belakang masalah riset yang membutuhkan cara penulisan sendiri. Sehingga, jangan heran apabila ada skripsi dan tesis yang menulis latar belakangnya dengan model komparasi das sollen dan das sein karena buku petunjuk menggariskan seperti, padahal peneliti sedang mengkaji kesenjangan teoritis. Oleh karena itu, model latar belakang penelitian perlu diketahui agar penulisannya tepat.

Latar Belakang Masalah sebagai Kesenjangan Antara Das Sollen dan Das Sein

Model latar belakang seperti ini diperlukan penelitian yang didasarkan pada sebuah fenomena tidak biasa atau yang menimbulkan pertanyaan. Misalnya, persepsi kualitas mesin sepeda motor S lebih bagus dari sepeda motor H. Namun, pangsa pasar sepeda motor H (75%) jauh lebih tinggi dari motor S (5%). Tentu, fenomena seperti menimbulkan pertanyaan atau keingintahuan karena  terjadi kesenjangan antara apa yang seharusnya atau biasanya terjadi (das sollen) dan apa yang terjadi atau kenyataan (das sein).

Teori, yang disebut juga premis mayor, menyatakan: “Semakin tinggi kualitas produk, semakin suka konsumen dengan produk itu, dan semakin tinggi penjualan.” Mengikuti premis ini, kita mengajukan das sollen atau apa yang seharusnya terjadi, yaitu “Persepsi kualitas mesin sepeda motor S lebih tinggi dari sepeda motor H, oleh karena itu, pangsa pasar sepeda motor S lebih tinggi dari sepeda motor H.” Das sein, yaitu kenyataan, dirumuskan sebagai premis minor yang berbunyi: “Pangsa pasar sepeda motor H lebih tinggi dari sepeda motor S.”

Latar Belakang Penelitian sebagai Kesenjangan Teori

Latar belakang penelitian juga bisa berupa kesenjangan teoritis, yaitu pertanyaan teoritis yang belum terjawab, seperti fenomena atau sistem yang belum ada konsepnya, hubungan antar variable yang belum dijelaskan. Apabila latar belakangnya seperti ini, maka penulisan dengan model perbandingan das sollen versus das sein dalam pencarian masalah riset menjadi tidak relevan. Peneliti cukup menguraikan konsep atau hubungan antar konsep apa saja yang belum dibahas atau sudah dibahas tetapi hasilnya masih pro-kontra. Disertasi merupakan penelitian dengan latar belakang seperti ini. Meski belum menjadi kewajiban, skripsi dan tesis dapat berangkat dari latar belakang seperti ini.

Kesenjangan Pengetahuan

Pengetahuan yang belum memadai tentang suatu objek penelitian dapat dijadikan sebagai latar belakang penelitian. Di danau Toba, misalnya, terdapat ikan endemik dengan nama lokal ‘ihan’. Ikan ini dianggap sebagai ikan dewa, sehingga untuk menangkapnya pun dibutuhkan ritual khusus. Namun, belum banyak penelitian tentang ikan ini, sehingga banyak hal tentangnya belum diketahui (remain unclear). Kenyataan ini dapat dijadikan sebagai latar belakang penelitian terkait ikan ini.

Latar Belakang Penelitian sebagai Kesenjangan Metodologi

Sebuah penelitian dapat dilakukan apabila ada metoda tertentu yang belum diterapkan atau sudah diterapkan tetapi penerapannya belum memadai. Yang ingin diketahui adalah apakah hasilnya sama, berbeda, atau lebih baik. Metoda dimaksud bisa menyangkut desain penelitian. Misalnya, kalau selama ini riset motivasi menggunakan single-cross sectional desain, maka peneliti dapat menggunakan longitudinal design. Bisa pula pendekatan yang digunakan (misalnya kuantitatif versus kualitatif), populasi dan konteks (misalnya general versus spesifik, pesifik versus spesifik) metoda pengambilan sampel (misalnya non-probability versus probability), dan teknik analisis (misalnya regresi linier versus regresi non-linier). Studi kasus, misalnya, adalah riset yang menggunakan pendekatan ini, di mana penelitian dilakukan karena konteks penelitian bersifat khusus atau berbeda dari yang lain.

Apabila latar belakangnya seperti ini, perlu diuraikan metoda yang digunakan para peneliti selama ini, kemudian memilih metoda baru untuk meneliti masalah yang sama. Pendekatan ini banyak dilakukan oleh peneliti internasional yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal-jurnal bereputasi.

Latar Belakang Penelitian sebagai Pemecahan Masalah

Kebutuhan atas sebuah pemecahan masalah atau solusi dapat melatarbelakangi sebuah penelitian. Untuk riset yang berorientasi pada implementasi, Malhotra (2020) menyatakan adanya dua jenis riset, yaitu riset identifikasi dan riset problem solving. Riset identifikasi adalah riset yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi ancaman atau kesempatan bisnis saat ini maupun di masa mendatang. Riset pemecahan masalah bertujuan untuk mencari keputusan terbaik. Walaupun berangkat dari bidang pemasaran, ide ini dapat diterapkan pada bidang yang lebih luas. Sebagai contoh, pemerintah ingin membuat aturan tentang usia minimal untuk mendapat vaksin covid-19. Tentu, latar belakang penelitian adalah keperluan tentang usia minimal yang diperlukan agar vaksin Covid-19 efektif dan tidak beresiko.

Penutup

Para mahasiswa perlu mengetahui model latar belakang penelitian skripsi dan tesis mereka, sehingga penulisannya lebih fokus dan terarah. Kombinasi beberapa model dapat dilakukan apabila perlu. Misalnya, desain penelitian longitudinal pada konteks spesifik. Yang penting adalah dengan model yang digunakan, alasan mengangkat masalah penelitian semakin jelas dan penting.

 

Referensi

Malhotra, N. K. (2020). Marketing Research An Applied Approach. Pearson Education Limited.