Cara Menulis Tabel

Tabel

Dalam membuat tabel berlaku ketentuan berikut:

  • Jarak antar baris dalam ulisan adalah 1 spasi.
  • Demi kerapian, ukuran dan jenis huruf dapat disesuaikan dengan lay out dan ukuran tabel.
  • Kepala tabel menggunakan huruf kapital.
  • Nomor tabel ditulis di atas dan judul tabel di bawah dengan format center (di tengah).
  • Judul tabel menggunakan huruf besar pada setiap awal kata, kecuali kata sambung.
  • Sumber dan keterangan (kalau ada) ditulis di bawah tabel, di mana jarak antar baris adalah 1 spasi.
  • Apabila tabel dikutip dari tulisan lain, maka sumber harus ditulis di bawah tabel secara lengkap. Teks bahasa asing ditulis italic (miring) (Contoh 2).
  • Tabel dapat dibuat dalam fotmat halaman letter dan landscape sesuai keperluan.

Contoh 1

Tabel 1

Analisis Validitas dengan Confirmatory Factor Analysis

ITEM PERTANYAAN LOADING DENGAN VARIABEL LATEN
1 2 3
It is important to me to do better than the other participant in program (Q1) .18 -.05 .85
My goals in this program is to get better grade than most of the participant (Q2) .25 .12 .86
I am striving to demonstrate my ability relative to others in every class where I am enrolled (Q3) .07 .85 .07
I am motivated to be thought of outperforming my peers in my batch (Q4) .12 .81 .14
It is important to me to do well compared to others student during my study (Q5) .02 .42 .69
I want to do well in my study to show my ability to my family, friends, advisors, etc (Q6) .12 .71 .07
I often think to myself: “What if I do badly in my study?” (Q7) .67 .25 .00
I worry about the possibility of getting a bad grade in my study (Q8) .73 .09 .23
My fear of performing poorly in my study is often motivates me (Q9) .77 -.02 .07
I just want to avoid doing poorly in my study (Q10 .77 .10 .25
Variance Extracted .55   .63 .65
Composite Reliability .72 .76 .78

Sumber: Data Primer, 2018

Keterangan: Angka yang penulisannya ditebalkan menyatakan factor loading yang valid.

 

Contoh 2

Table 2

Jenis-jenis Antisipasi Emosi Orang Lain

ORANG LAIN
PROPONENTS OPPONENTS
EMOSI POSITIF EMOSI NEGATIF EMOSI POSITIF EMOSI NEGATIF
Liking, happy,  satisfied,  like, pleased, happy, inspired, pleasure

Pride, surprise, thankful, joyful, win, released, confident

Anger, regret, sad, disappointed, burdened, despicable, ashamed, cynical, frustration

Sadness, hopeless, dislike, anxiety

Happy, surprise, joyful, released, satisfied, win, joyful

Excited, pleased, like, pleased

Dislike, unhappy, uncomfortable

Scornful, jittery, cynical, sad, despicable

Sumber: Diadaptasi dari Simamora, B. (2016). Achievement as gift and prestige: Formulating anticipated emotions of others as new determinant of consumers’ motivation. Asean Marketing Journal, 8 (1), 29-53.

Cara Memotong Tabel

Apabila muat dalam satu halaman, maka tabel tidak perlu dipotong. Ada kalanya tabel membutuhkan space lebih dari satu halaman karena ukurannya besar. Apabila itu terjadi, maka tabel perlu dipotong agar bisa ditempatkan di dua atau lebih.

  • Dalam pemotongan tabel, potongan pertama tabel adalah satu halaman penuh. Potongan kedua satu halaman atau kurang.
  • Kepala tabel ditulis lengkap pada bagian pertama. Sedangkan pada potongan kedua dan seterus.
  • Pada bagian tabel kedua dan seterusnya, ditulis nomor tabel disertai kata ‘lanjutan’ dalam kurung biasa.
  • Sumber dan keterangan ditulis di bawah potongan tabel terakhir.
  • Lihat Tabel 4.1 sebagai contoh.

Penomoran Tabel

Nomor tabel menggunakan 2 angka. Angka pertama menyatakan bab dan angka kedua menyatakan urutan tabel. Misalnya, Tabel 4.1 adalah tabel pertama pada Bab 4.

Penulisan nomor tabel pada badan tulisan (body text).

Dalam penulisan nomor tabel pada badan tulisan, nomor tabel ditulis lengkap dan huruf awal t dituliskan dalam format huruf besar (capital). Misalnya: “Pada Tabel 4.1 terlihat bahwa ….”.

Tabel 4.1

Adaptasi SCI II dalam Penelitian

NO. SCI II INSTRUMEN ALASAN ADAPTASI
1 I get important needs of mine met because I am part of this community Dengan menjadi anggota “komunitas X” anda memperoleh banyak teman Yang dimaksud dengan kebutuhan penting dalam ‘important needs of mine’ tidak jelas. Dalam penelitian ini kebutuhan dimaksud diperjelas menjadi: pertemanan, touring dan pengetahuan tentang sepeda motor
Dengan menjadi anggota “komunitas X” anda memperoleh banyak pengetahuan tentang sepeda motor
Anda memperoleh banyak kesempatan touring dengan menjadi anggota “komunitas X”
2 Community members and I value the same thing Anda dan anggota-anggota lain “komunitas X” memiliki kesamaan pandangan atau nilai tentang disiplin berlalu-lintas Hal yang sama atau “the same thing” tidak spesifik. Dalam penelitian ini diterjemahkan sebagai disiplin berlalu lintas. Semua komunitas sepeda motor kecil menerapkan prinsip sama, yakni smart driving atau safety driving
3 This community has been successful in getting the needs of its members met “komunitas X” berhasil memenuhi kebutuhan pertemanan anggotanya Permasalahan pertanyaan ini sama dengan pertanyaan nomor satu, yakni: yang dimaksud dengan kebutuhan tidak terperinci
Dengan bergabung di “komunitas X” anda dapat memuaskan hasrat touring
4 Being a member of this community makes me feel good Anda merasa nyaman (feel good) menjadi anggota “komunitas X”
5 When I have a problem, I can talk about it with members of this community Kalau sepeda motor anda mengalami masalah teknis, anda dapat mendiskusikannya dengan anggota-anggota “komunitas X” lainnya Yang dimaksud dengan ‘problem’ tidak jelas. Dalam komunitas merek, problem tersebut bias berupa: (1) masalah terkait sepeda motor dan (2) masalah pribadi
Kalau anda memiliki masalah pribadi, anda ingin membicarakannya dengan anggota lain “komunitas X”
6 People in this community have similar needs, priorities, and goals Dalam memasuki komunitas ini, anggota-anggota lain “komunitas X” memiliki tujuan utama yang sama dengan anda
7 I can trust people in this community Secara umum, anggota-anggota “komunitas X” adalah pribadi-pribadi yang dapat dipercaya Kepercayaan (trust) pada pertanyaan SCI II tidak jelas tentang apa, apakah tentang kemampuan (capability) ataukah tentang integritas (integrity). Dalam penelitian, ini, sifat dapat dipercaya dianggap sebagai integritas

 

Tabel 4.1 (lanjutan)

NO. SCI II KUESIONER ALASAN ADAPTASI
PERTANYAAN
8 I can recognize most of the members of this community Anda mengenal sebagian besar anggota klub ini, khususnya yang tergabung di wilayah anda
9 Most community members know me “komunitas X” memiliki seragam dan logo (stiker resmi) yang mudah dikenal
10 This community has symbols and expressions of membership such as clothes, signs, art, architecture, logos, landmarks, and flogs that people can recognize Anda aktif mengikuti mengikuti kegiatan-kegiatan “komunitas X” selama ini
11 I put a lot of time and effort into being part of this community Anda aktif mengikuti kegiatan-kegiatan “komunitas X” selama ini
12 Being a member of this community is part of my identity Anda percaya diri apabila orang-orang di lingkungan anda mengenal anda sebagai anggota “komunitas X”
13 Fitting into this community is important to me Penting bagi anda agar diri anda pas (match) dengan “komunitas X”
14 This community can influence other communities “komunitas X” dihargai komunitas-komunitas atau klub-klub sepeda motor lain
15 I care about what other community members think of me Anda memperhatikan pendapat anggota-anggota “komunitas X” lain tentang diri anda
16 I have influence over what this community is like Hotel-hotel berbintang memiliki predikat bintang satu sampai lima yang menunjukkan tingkatannya. Apabila senioritas dibayangkan seperti itu, bintang berapa seniorotas anda di “komunitas X”? Komunitas-komunitas merek berusaha menghilangkan dominasi individu, karena itu ‘influence over’ diganti menjadi senioritas, story telling (Muniz dan O’Guin 2001) dan status sosial (Schau et al. 2009). Status solial diukur melalui apakah individu sering ‘dimintai pendapat’.
Anda sering menjelaskan nilai-nilai yang dianut, sejarah, dan orang-orang penting
Anda sering dimintai pendapat berkaitan dengan kegiatan-kegiatan “komunitas X”

 

 

 

 

Tabel 4.1 (lanjutan)

NO. SCI II KUESIONER ALASAN ADAPTASI
PERTANYAAN
17 If there is a problem in this community, members can get it solve Pertanyaan ini berpotensi menimbulkan bias kontras. Individu yang suka akan komunitasnya akan menjawab ‘lebih tinggi’, sedangkan yang tidak menyukai komunitasnya, akan menjawab ‘lebih rendah’ dari sebenarnya
18 This community has good leaders “komunitas X” memiliki kepemimpinan yang baik
19 It is very important to me to me a part of this community Menjadi anggota “komunitas X” adalah hal penting bagi anda
20 I am with other community members a lot and enjoy being with them Di dalam klub ini, anda senang bergaul dengan anggota-anggota “komunitas X” lainnya I am with other community members a lot’ tidak cocok untuk komunitas merek, karena tidak terkonsentrasi secara geografis (Muniz dan O’Guin, 2001)
21 I expect to be a part of this community for a long time Anda berharap menjadi anggota klub ini untuk waktu yang lama
22 Members of this community have shared important events together, such as holidays, celebrations, or disasters “komunitas X” aktif terlibat dalam momen-momen penting anggotanya, seperti ulang tahun, pernikahan, sunatan anak, dan lain-lain, termasuk peristiwa kedukaan
23 I feel hopeful about the future of this community Tidak ditanyakan karena berpotensi menyebabkan bias moral. Individu akan lebih condong pada jawaban positif
24 Members of this community care about each other, Anggota-anggota “komunitas X” peduli satu sama lain
Sumber: Diadaptasi dari Chavis, Lee dan Acosta, 2008

Keterangan: “komunitas X” adalah  nama komunitas.  Nama komunitas dicantumkan pada setiap kuesioner yang ditujukan pada setiap komunitas.

 




Cara Membuat Importance-Performance Grid dengan SPSS

Dalam penelitian-penelitian tentang kepuasan, manajemen layanan (service) dan sikap konsumen, salah satu topik yang dibahas adalah rekomendasi pada perusahaan tentang bagaimana memperlakukan atribut-atribut produknya. Penelitian biasanya dilakukan berbasis atribut. Setiap atribut diteliti tingkat kepentingan (importance) dan performa perusahaan (performance) perusahaan. Datanya bersifat perseptual atau berdasarkan persepsi konsumen.

Kotler dan Kotler (2012) menggunakannya ketika membahas topik manajemen layanan. Ini data yang mereka gunakan.

Kemudian berdasarkan data tersebut, mereka buatlah matrix berikut ini:

Kemudian, berdasarkan matrik di atas, dibuat saran berikut (page 368):

  • Quadrant A in the figure shows important service elements that are not being performed at the desired levels; they include elements 1,2,and 9.The dealer should concentrate on improv- ing the service department’s performance on these elements.
  • Quadrant B shows important service elements that are being performed well; the company needs to maintain the high performance.
  • Quadrant C shows minor service elements that are being delivered in a mediocre way but do not need any attention.
  • Quadrant D shows that a minor service element,“Send out maintenance notices,”is being per- formed in an excellent manner.

Pertanyaannya, bagaimana membuat importance-performance matrix terdasarkan importance-performance analysis dengan SPSS? Ini yang kita jawab.

Pertama-tama, masukkan data importance-performance analysis ke dalam SPSS. Tampilannya di SPSS adalah seperti berikut ini.

Kemudian lakukan proses berikut ini: Graph–>Legacy Dialogs–>Scatter/Dot–>Simple scatter–>Define. Pada kotak dialog isikan variabel importance dan performance ke sel yang sesuai, kemudian ketik OK. Kemudian keluar scatter diagram . Yang kurang dari scatter diagram pemberian SPSS adalah lah absennya garis horisontal dan vertikal di tengah yang membagi dua importance dan performance. Karena itu, pada output SPSS yang sedang terbuka, double click-lah scatter diagram itu. Muncul kotak kedua (menimpa kotak pertama) yang siap diedit.

Klik ikon garis vertikal di bashboard menu. Kemudian, pada kotak dialog di sebelah kanan, buat “Set to ‘Mean‘”, kemudian klik Apply lalu Close. Untuk membagi dua sumbu importance, klik ikon garis horisontal, kemudian “Set to ‘Mean‘”, klik Apply lalu Close.

Muncul matrik polos tanpa nomor atribut. Untuk memunculkan nomor atribut pada setiap titik, ‘double’ click scatter diagram itu kembali.  Lalu, pada menu Elemen, pilih Show Data Labels, kemudian tutup. Matrik yang kita harapkan sudah muncul. Coba cek, apakah hasil kita ini sama dengan gambar dari Kotler dan Keller (2012)?

Referensi:

Kotler, P. & Keller, K.L. (2012). Marketing Management. Fourteenth Edition. Prentice-Hall, Inc.: Upper-Saddle River.