Analisis Validitas Diskriminan

Analisis Validitas Diskriminan

(Under construction)

Pada konstruk-konstruk yang telah memenuhi validitas konvergen, selanjutnya dilakukan analisis validitas diskriminan untuk memastikan apakah variabel-variabel pengamatan menjelaskan konstruknya sendiri ataukah justru menjelaskan konstruk lain? Validitas diskriminan terpenuhi apabila korelasi variabel-variabel pengamatan dengan konstruknya lebih tinggi dibanding dengan konstruk lain (Bagozzi dan Dholakia, 2002; Hair et al., 2006;  Ekinci, Dawes dan Massey, 2008).

Analisis diskriminan dilakukan dengan mencari korelasi antara konstruk (R) dengan rata-ratanya ( ).  Berdasarkan koefisien korelasi tersebut dapat dilakukan perlakuan sebagai berikut:

  1. Membandingkan nilai rata-rata korelasi antar konstruk ( ) dengan akar pangkat dua AVE atau . Apabila > , maka validitas diskriminan tercapai. Cara ini dilakukan oleh Ekinci, Dawes dan Massey (2008).
  2. Memangkat-duakan koefisien R menjadi R2, kemudian mencari rata-ratanya, yakni . Apabila AVR> , maka validitas diskriminan tercapai. Cara ini dianjurkan Hair et al. (2006).
  3. Membandingkan nilai korelasi dengan angka 1. Apabila nilai korelasi lebih kecil dari 1, maka validitas diskriminan tercapai. Cara ini digunakan oleh Perugini dan Bagozzi (2001) serta Bagozzi dan Dholakia (2002).
Tabel 12.4.  Analisis Validitas Diskriminan
Variabel Laten
Variabel laten incom pae exfunc exsym
R R2 R R2 R R2 R R2
incom
pae 0.38 0.14
exfunc 0.20 0.04 0.13 0.02
exsym 0.55 0.30 0.45 0.20 0.26 0.07
incom 0.38 0.14 0.20 0.04 0.55 0.30
pae 0.13 0.02 0.45 0.20
exfunc 0.26 0.07
0.16 0.12 0.04 0.19
AVE 0.79 0.67 0.73 0.67

Keterangan:

  1. Data korelasi (R) antar variabel laten diperoleh dari output LISREL
  2. Data AVE diperoleh dari Tabel 12.4

Analisis validitas diskriminan didasarkan pada Hair et al. (2006). Caranya adalah membandingkan AVE (dari Tabel 12.3) dengan rata-rata korelasi kuadrat ( ). Pada Tabel 12.4 terlihat bahwa pada setiap variabel laten, nilai lebih rendah dibanding AVE.  Dengan demikian semua variabel laten memenuhi validitas diskriminan.